Kau kata kau bahagia
tapi mengapa kau tak ceria
kau kata kau gembira
tapi mengapa dimatamu bergelora
kau kata kau berubah
tapi mengapa yang lama masih tak sudah sudah
kau kata kau tertawa
tapi mengapa kau terluka jiwa
kau kata kau terhibur
tapi mengapa aku lihat kau dihambur
kau kata kau sayang
tapi mengapa kau tak berterus terang
kau kata kau rindu
tapi mengapa kau tak berhubung selalu
kau kata kau menangis gembira
tapi mengapa ia tidak bila gembira
kau kata kau sudah biasa
tapi mengapa kau sering terasa
kau kata kau sembahyang
tapi mengapa kau masih berkata sebarang
kau kata kau tak dibenci
tapi mengapa kau kerap dicaci
kau kata kau dicinta lelaki
tapi mengapa aku lihat kau selalu dimaki
ditulis oleh MAHA
jam 4 pagi 20 Januari 2010
No comments:
Post a Comment